29/06/24

Belajar Menulis Berita Features

FRANSISKA DANI, SOSOK MENGINSPIRASI DALAM MENGATASI MASALAH SAMPAH DI JOGJA


Fransiska Dani, founder Bank Sampah Go-Green
Foto : Noe

Sleman - Di tengah permasalahan sampah yang menjadi polemik di Daerah Istimewa Yogyakarta, muncul sosok inspiratif yang mendedikasikan dirinya untuk mengatasi persoalan tersebut. Fransiska Dani, seorang pegiat lingkungan, telah memberikan kontribusi besar dengan membentuk Bank Sampah Go-Green di Cupuwatu II, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, ia berhasil menjadikan masyarakat setempat menjadi sadar akan pentingnya mengelola sampah, khususnya sampah rumah tangga.

Bank Sampah Go-Green yang diprakarsai oleh Fransiska Dani bekerja dengan sistem yang inovatif. Masyarakat setempat dapat mendaftar sebagai nasabah dan dapat menyetorkan sampah rumah tangganya ke bank sampah. Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah dan dijual ke Rapel untuk di daur ulang. Sampah yang disetorkan nanti akan berfungsi sebagai tabungan, dan dapat dicairkan saat dibutuhkan.

Tidak berhenti disitu, Fransiska Dani juga menggandeng Yayasan Get Plastic dalam sebuah kolaborasi atau kerjasama. Melalui kolaborasi ini, Bank Sampah Go-Green berperan dalam mengumpulkan sampah plastik yang akan diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) daur ulang menggunakan mesin pyrolistic. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah plastik, tetapi juga memberikan alternatif energi yang ramah lingkungan.

Atas dedikasinya, Yayasan Get Plastic menunjuk Fransiska Dani sebagai koordinator di wilayah Yogyakarta yang memiliki tugas untuk mengelola pengumpulan sampah plastik dan mengkoordinasikan proses pengelolahan sampah menjadi BBM daur ulang yang nantinya sebagai sumber energi utama dalam acara festival musik Get The Fest 2024 di kawasan Candi Prambanan.

Fransiska juga aktif dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang cara pengelolaan sampah yang baik dan benar. Ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha seperti Cafe dan rumah makan untuk menyumbangkan sampah plastik mereka demi mendukung produksi BBM daur ulang.

Dalam setiap kegiatan sosialisasinya, Fransiska selalu menekankan pentingnya pastisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah. Ia percaya bahwa permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh segelintir orang saja, tetapi membutuhkan kerjasama dari semua pihak.


Foto bersama di depan tempat pengolahan sampah milik Bank Sampah Go-Green
Foto : Noe

Fransiska Dani memiliki harapan besar untuk masa depan pengelolaan sampah. Ia berharap bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah akan terus meningkat. Dengan semakin banyaknya inisiatif seperti Bank Sampah Go-Green dan kolaborasi dengan Yayasan Get Plastic, Fransiska yakin bahwa masalah sampah di Yogyakarta, dan Indonesia secara umum, dapat diatasi. Ia juga berharap bahwa teknologi seperti mesin pyrolistic akan semakin banyak digunakan untuk mengolah sampah plastik menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat.

Dengan dedikasi dan kerja keras Fransiska Dani dan timnya, harapan tersebut bukanlah mimpi yang mustahil. Ia telah membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari satu langkah kecil, yang kemudian diikuti oleh langkah-langkah besar lainnya guna menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (N)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar